Langsung ke konten utama

Postingan

Earning Power Effect: Ketika Garis Start Kehidupan Berbeda Sejak Lahir‎

‎Sebagai orang yang cukup sering ngopi, saya pernah terbersit satu dialek. Berawal dari lingkungan kerja, cerita dari mulut ke mulut, soal perjalanan hidup. Lebih tepatnya menjalani hidup sebagai orang dewasa. Mulai dari urusan tempat tinggal, gaji atau penghasilan, dan mobil impian. ‎ ‎Dari riuhnya cerita orang-orang, saya sedikit tersenyum tipis "Apakah semua ini  dulu didapatkan dengan mudah dari keluarga atau ada satu generasi yang mulai dari nol kemudian berjuang keras untuk mendapatkan kenyamanan fasilitas sehingga anak cucunya menikmati hari ini?" ‎ ‎Semua fasilitas yang saya lihat hari ini, menimbulkan semacam kesenjangan dalam pergaulan. Saya menyebutnya sebagai Earning Power Effect yang terinspirasi dari kanal YouTube Theo Derick yang membicarakan tentang finansial dengan pendekatan realistis. ‎ ‎ ‎ Earning power effect adalah sebuah kondisi di mana kekuatan atau fondasi finansial sebuah keluarga secara langsung membentuk gaya hidup, pola pikir, ...

Kopi dan Monolog Soal Perempuan

‎ ‎Di tengah percakapan tentang cinta pada kalangan remaja. Ada satu sudut pandang yang menggugah penulis, yang diperah dari berbagai opini muda-mudi dan tokoh agama. Yakni bagaimana seseorang menimbang perempuan bukan sekadar dari wajahnya. Di tengah budaya yang memuja penampilan dan "standar tiktok" penulis menemukan gagasan lain yang lebih substantif; bahwa pasangan hidup ideal bukan hanya tentang rasa, melainkan tentang kesetaraan dalam berpikir, bertumbuh, dan beriman. Dalam seteguk kopi yang menghangatkan pikiran, terselip renungan tentang perempuan yang tidak hanya cantik, tetapi juga sekufu: sepadan dalam pendidikan, latar belakang keluarga, dan komitmen menjaga ibadah. ‎ ‎Bagi penulis, pendidikan itu menjadi cermin dari cara seseorang melihat dunia. Dalam konteks hubungan, kesetaraan pendidikan tidak hanya memudahkan komunikasi, tetapi juga membuka ruang bagi dialog yang sehat, ide-ide bertumbuh.  Pasangan yang memiliki jenjang pendidikan serupa cenderung...

Antara Pacar dan Pasangan: Sebuah Dialegtika Dalam Percakapan Remaja

Pacar kamu orang mana ? Begitulah kalimat yang sering saya terima belakangan ini. Sederhana namun membuat saya termenung. Hal ini juga yang akhirnya membuat tulisan ini lahir. Saya melalui masa remaja sama seperti anak muda lainnya; diwarnai dengan cinta dan perempuan. Dua setengah tahun saya belajar mengenal cinta, yakni melalui pacaran. Saya merasakan kasmaran, cemburu, sakit hati, khawatir dan sebagainya. Waktu itu, semangat yang mendesak saya untuk menyatakan cinta adalah ingin merasakan secara langsung bagaimana mencintai seorang perempuan. Dua setengah tahun bukan waktu yang singkat. Saya sudah mencapai tujuan saya, yakni mengenal dan merasakan langsung cinta. Sedari awal saya tidak memliki niat lain, cukup ingin tahu dan belajar soal cinta dan perempuan. Singkat waktu dalam perjalanan hidup hingga saat ini. Saya berjumpa dengan banyak orang, mereka hebat dan inspiratif. Mulai dari akademi, agamis, hingga orang biasa. Mereka membagikan kisah cinta dengan pasangan, bag...

Saat Kita Berhenti Nongkrong

Kita sepakat bahwa nongkrong di kalangan anak muda menjadi semacam tradisi yang lazim. Nongkrong adalah istilah yang dipakai untuk mewakili kegiatan berkumpul anak remaja dalam berbagai aktivitas; minum kopi, bercengkrama, mabar game online, atau sekadar ngobrol santai dan sebagainya. Satu hal yang tak boleh ketinggalan dari semua itu adalah kopi. Kopi seolah menjadi “dopamin” di sebuah tongkrongan, memantik bahan pembicaraan dan ide. Bagi sebagian orang, tongkrongan tanpa kopi layaknya makan nasi goreng tanpa kerupuk, kurang lengkap. Namun, di balik serunya nongkrong ada konsekuensi yang sering luput disadari. Kebiasaan pulang larut malam sudah seperti paket lengkap dari tongkrongan. Apalagi kalau obrolannya tidak selalu penting, kadang hanya ngalor-ngidul tanpa arah yang jelas. Kalau sesekali mungkin tidak masalah, tapi bayangkan jika hampir setiap malam dilakukan. Tubuh jadi kurang istirahat, jam tidur berantakan, dan lama-lama bisa berdampak pada kesehatan, baik fisik m...

Bandung dan Cerita yang Tak Pernah Selesai

Bulan Juni 2025 menjadi bulan yang tak akan saya lupakan. Karena untuk kali pertama saya tumbuh dalam lingkungan profesional dan suportif. Saya merasa beruntung bisa menjadi bagian dari sebuah Diklat (Pendidikan dan Pelatihan) yang diselenggarakan oleh salah satu bank daerah. Diselenggarakan secara hybrid; dua hari daring dan enam hari luring di Kota Bandung. Pelatihan ini mempertemukan ilmu, pertemuan, cerita, dan candu. Yah, itulah gambaran yang menurut saya tepat, bukan lebay dan sebagainya. Entah sugesti atau tidak, hari-hari selama diklat seolah mengalir cepat. Pada hari pertama, kami adalah orang asing, hanya mengal nama lewat ruang virtual, belum pernah bertemu sama sekali, sedikit canggung. Tapi itulah awal cerita indah dimulai, seiring berjalannya waktu, segala kecanggungan itu memudar. Ungkapan "tak kenal maka tak sayang" bukan sekadar template saat ingin perkenalan. Hal ini saya rasakan, dalam waktu singkat, kami belajar untuk saling memahami, tertawa b...

Dunia Dari Balik Kamar: Antara Merenung dan Berkarya

Kamar bagi penulis bukan hanya tempat untuk tidur atau beristirhat dari berbagai aktivitas fisik. Kamar juga menjadi tempat beristirahat bagi berbagai aktivitas pikiran setelah lelah menata, membuat dan menyusun "singgasana" kehidupan. Duduk dan menatap langit dari jendela adalah brainstorming yang efektif untuk memikiran hari esok, bulan atau tahun depan. Dilahirkan tanpa privilege memberikan tantangan tersendiri bagi setiap orang. Melihat keadaan saat ini yang stagnan, perlu seyogyanya seseorang serius untuk bagaimana bisa survival agar dapat mengarungi hidup yang lebih baik. Terkadang untuk menemukan ide atau gagasan, kita akan melihat dari orang lain, tentang apa yang sudah dicapai, bagaimana cara menggapainya dan bagaimana prosesnya hingga ia sampai di fase sekarang. Seperti itulah cara penulis untuk memotivasi diri sendiri, artinya nilai hidup dan momentumnya bisa diperoleh dari seorang figur yang kemudian dapat menuntun kita untuk menggapai hidup yang ideal...

Memahami Cinta Lewat Luka

Cinta adalah sebuah perasaan yang begitu kompleks. Ketika kita berbicara tentang cinta, kita harus bersiap menerima dua hal yang saling berkaitan: bahagia dan luka. Kedua aspek ini seperti dua sisi mata uang yang tak terpisahkan, keduanya saling melengkapi dan memberi makna bagi satu sama lain. Bahagia dan luka adalah bagian dari cinta, dan tak satupun bisa benar-benar ada tanpa yang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan dualisme seperti sedih-bahagia, susah-senang, serta pahit-manis. Semua ini adalah siklus alami dalam hidup yang memberi warna dan makna pada perjalanan kita. Begitu pula dengan cinta, yang tidak hanya tentang kebahagiaan yang manis, tetapi juga tentang luka yang kadang terasa begitu dalam. Luka ini, meski menyakitkan, mengandung makna dan pelajaran yang mendalam. Ada sesuatu yang unik dalam cinta yang membuat kebahagiaan dan luka ini memiliki kekuatan magis. Kebahagiaan dalam cinta memberikan kita sayap untuk terbang, sementara luka memberi kita akar...

Jajanan Cilot dan Pelarian Emosional

Oleh: Suyatno   Saya termasuk orang yang antusias terhadap program magang. Setelah memasuki semester akhir, saya bermaksud mencari pengalaman baru dengan magang sebagai praktik dari keilmuan yang ditekuni di perkuliahan. Magang adalah salah satu kegiatan yang bertujuan untuk melatih dan mengenalkan dunia kerja atas jurusan kuliah yang diambil seorang mahasiswa. Saya sendiri mengambil jurusan hukum keluarga Islam, di mana jurusan kuliah ini mempelajari dan mengkaji hukum perdata dan hukum perdata Islam. Magang yang saya ikuti merupakan magang yang bersifat mandiri. Artinya bukan program kampus, melainkan keinginan pribadi saya sendiri. Saya magang di biro hukum disebuah CV yang ada di kota Blitar. Badan usaha ini bergerak di bidang properti dan agensi. Selama magang saya mengikuti advokat yang menjadi biro hukum disana. Saya hanya diberikan  jobdesk  untuk mengikuti sidang di pengadilan agama dan pengadilan negeri Blitar. Sebelumnya memang beliau selain menanga...

Catatan Akhir Dari Skripsi

Oleh : Suyatno  Memasuki BAB V dalam penyusunan skripsi menjadi puncak kebahagiaan tersendiri bagiku. Sebelumnya, aku bergelut dengan data informan di BAB IV, bertemu dengan para dosen perempuan yang menjadi informan, serta melakukan observasi dan dokumentasi di kampus. Saat mulai mengkaji data dari BAB IV di BAB V, aku merasa senang karena membayangkan skripsiku akan segera selesai. Dalam BAB V ini, aku menulis temuan penelitian menggunakan perspektif gender. Sangat menyenangkan karena aku banyak belajar soal pengelolaan rumah tangga, mulai dari relasi suami-isteri, tugas dan pekerjaan rumah tangga, hingga pengasuhan anak pada keluarga perempuan karir. Setelah BAB V disetujui oleh dosen pembimbing, aku langsung "tancap gas" untuk menyelesaikan BAB VI, yakni kesimpulan dari skripsi. Tanpa harus merevisi terlalu banyak, skripsiku dinyatakan selesai oleh dosen pembimbing, dan aku diarahkan untuk segera melengkapi dokumen skripsi seperti surat persetujuan pembimbing,...

CINTA? (Sebuah Glosarium Kasmaran Teman-teman Sekitar)

Cinta Bukan Yang Selalu Bersama, Tapi Cinta Harus Selalu Membersamai Ada sepasang kekasih, kemudian si wanita dipanggil oleh Tuhannya, maka ketika Cinta harus selalu bersama, seorang laki-laki akan berusaha mencari pasangan yang baru dan mencintai wanita lain. Sementara laki-laki yang setia kepada satu wanita walaupun ajal memisahkan, dia tidak akan pernah mencari penggantinya, itulah Cinta yang selalu membersamai Cinta Itu Sekumpulan Paradoks Cinta bisa membahagiakan, memekarkan hati, mewarnai perasaan, membuat kasmaran dan sebagainya. Namun Cinta juga bisa menyakiti, membuat hati cemburu, membuat perasaan hancur, dan seterusnya. Tidak sebatas dualisme itu, Cinta hidup dalam dunia rasa, semua memiliki pengalaman Cinta yang beragam. Tidak ada dan tidak perlu upaya untuk mendefiniskan terminologi Cinta, secara filosofis definisi berarti menyempitkan makna, biarkan saja Cinta sebegitu adanya karena Cinta bukan untuk didefiniskan, melainkan dirasakan dengan hati Cinta Itu Tidak Harus Memi...

Catatan Perjalanan Ziarah ke Makam Syekh Basyarudin

  Le, ngko lek wes nang Tulungagung ojo lali ziarah nang Syekh Basyarudin. Iku sesepuhe Tulungagung, mampiro terus dungoo ben Ilmu mu berkah. Begitulah pesan yang sering saya dengar, ketika awal tiba di Tulungagung sebagai seorang perantu. Pesan tersebut gencar dihembuskan oleh para Kating (kaka tingkat) yang lebih dulu lama di Tulungagung. Mendengar kalimat "Ilmu yang Berkah" mengingatkan saya kembali akan spirit yang dipegang selama kuliah di UIN SATU Tulungagung.  Ada dua hal yang ingin saya capai selama berproses, yaitu mendapatkan ridha kedua orang tua dan kelak mendapatkan ilmu yang berkah.  Kedua hal tersebut selalu saya jadikan pegangan baik ketika pulang ke kampung halaman (Indramayu) atau berpamitan dengan kedua orang tua saat hendak pergi ke Tulungagung. Syekh Basyarudin merupakan ulama lokal yang kini makamnya menjadi salah satu wisata religi di Tulungagung, dan selalu ramai didatangi oleh peziarah dari belahan wilayah sekitar Tulungagung.  Begitu menurut...

Unek-unek Pukul 12 Malam

  Tarikan nafas ku mulai terasa berat. Setiap terbesit aku ingin ini dan ingin itu, serentak mata menatap ke langit, seolah-olah meragukan apa kata hati .  Itulah ungkapan yang malam ini rasakan. Bertengkar dengan pikiran soal bagaimana esok, betul-betul tidak ada akhirnya. Memang betul yang dikatakan oleh orang-orang, bahwa di usia 20 tahunan kita diporak-porandakan dengan waktu, usia orang tua, cita-cita, dan panaskan oleh pencapaian orang lain. Sebagai anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga, hal tersebut cukup membuat kegundahan ketika sendiri. Tidak dipanggil dan tidak ditunggu kehadirannya, overthinking itu muncul menyelimuti isi kepala.  Ada beberapa alasan yang membuat saya kerap merisaukan hari esok. Pertama karena saya melihat perjuangan dan pengorbanan orang tua untuk bisa membiayai kuliah anaknya. Betul sekali, saya memiliki rasa ingin membalas budi, walaupun kalau diukur dan dibandingkan tidak akan menyamai dengan apa yang telah orang tua berikan. Tapi set...

Observasi Haha Hihi

Senin telah tiba, membawa hiruk-pikuknya Aku berjalan menenteng Map berwana biru, berisi kertas berwarna hitam dan kelabu Tak ada uang, sebab hari itu belum datang kiriman Ibu hihihi Rajin pangkal mumet Jangan berambisi nanti badan bau terasi hihihi Letakkanlah map itu di atas meja, kita tinggal bercengkrama Berbincang tugas akhir, tanpa capek untuk berpikir, hihihi Mulut mu terbang, mulut ku hilang di bawa mulut mu hahaha Ada pisang rasa jeruk Ada mangga rasa durian Ada observasi rasa introgasi Bergerak seperti detektif, tapi tindakannya terlalu naif Orang-orang pergi wira wiri, dan tak acuh saat aku pergi hahaha Ku ganggu lagi waktu mu, sekali lagi, dua kali, tiga kali, dan berhari-hari, semangat ku layu oleh birokrasi hihihi

Hidup "Bebas" Seperti Penulis

Mempunyai kehidupan yang bebas, nampaknya adalah mimpi sebagian orang. Istilah "bebas" memang kata yang bersifat kontekstual. Seseorang banyak membayangkan kata "bebas" saat disandingkan dengan kata "hidup" akan mengimplikasikan hal-hal yang cenderung negatif. Hidup bebas disini bukan berarti "bebas" yang sebebas-bebasnya. Melainkan "bebas" yang masih memperhatikan rambu-rambu normatif. Kata "bebas" dimaksudkan bukan sebagai wujud tindakan, tetapi bentuk pemikiran mencari ide, gagasan, atau, konsep. Seorang penulis yang tengah mencari inspirasi, bersikeras dengan berbagai upaya untuk menemukan ide yang akan dituangkan dalam tulisannya. Yang perlu kita soroti adalah proses berfikir ini haruslah "bebas" agar otak menjadi hidup, menjalankan fungsi akal. Dengan adanya kebebasan berfikir maka penulis bisa dengan leluasa berabstraksi meraba segala bentuk gagasan yang ia temui. Kebebasan berpikir seorang penulis perlu d...

Jiwa yang Munafik

  Jiwa yang munafik Terima kasih Tuhan hari ini ia kesetanan, nafsu membutakan mata hatinya Mungki ini cara mu agar ia sadar, mendekati-Mu dan merengek rengek seperti anak kecil  Ia meyakini engkau maha tahu lagi maha asik Engkau memberikan gelap agar matanya mampu melihat cahaya Ia berjanji dalam sholatnya, menangis dalam doanya, tapi gembira saat maksiatnya Nafsu mengilhami pikirannya, dan nurani memerangi dalam bentuk penyesalan Ia sujud di atas sajadah, merangkul nafsu dan menjadikan khilaf sebagai kendaraan untuk mendekati Tuhan-nya Jiwanya munafik, berjanji dengan-Mu dengan tangis, lalu mengingkari-Nya dengan bengis Tuhan! Ia lelah dengan semua ini Kemunafikan menyelimuti jiwanya, berikanlah panas agar selimut itu lepas Biarkanlah jiwanya merasakan udara kasih-Mu, menggigil bersama khilafnya Itu sangat pantas diterima oleh jiwa yang bringas!

Perempuan dan Perhiasan Terindah Dunia

Perempuan diciptakan oleh Allah SWT memiliki andil dalam dinamika kehidupan. Peran yang tidak bisa hilang dari seorang perempuan adalah sosok keibuan. Perempuan yang baik adalah yang bisa menjadi madrasatul ula bagi anak-anaknya. Artinya seorang ibu yang mendidik anaknya dengan cara yang baik, didukung dengan ketenangan, dan kesabaran. Akan menumbuhkan anak anak yang sholeh dan sholeha.  Perempuan tidak hanya dipandang sebatas fungsi biologis nya. Lebih jauh, akan melekat padanya cinta yang suci, kecantikan, kelembutan, dan keindahan yang menawan. Apabila seorang laki-laki hanya terpikat dengan wanita pada aspek wujud jasad semata, ia tidak akan mampu meningkatkan persepsinya kepada taraf yang lebih mulia.  Hubungan antara laki-laki dan perempuan adalah hubungan yang agung dan mulia. Seperti yang tertuang dalam firman Allah Q.S Ar-rum ayat 21 yang artinya; "Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untuk mu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cende...

Saat Kita Menjadi Mahasiswa Bimbingan Ibu Dr. Zulfatun Ni'mah, M.Hum

Senang sekali kita bertemu melalui tulisan ini. Menjadi seorang mahasiswa tidak akan lepas dengan tugas akhir atau skripsi. Saya adalah mahasiswa semester delapan yang sudah tentu tengah berkecimpung dalam proses pembuatan skripsi. Berbicara soal proses pembuatan skripsi tentu saya dan pembaca paham. Jika mengerjakan skripsi pasti memiliki dosen pembimbing.  Perkenalkan Ibu Dr. Zulfatun Ni'mah, M.Hum atau yang akrab dipanggil Bu Zulfa merupakan dosen pembimbing saya. Beliau adalah dosen mata kuliah sosiologi hukum, begitu lah saat saya pertama kali bertemu di kelas sebagai murid dan dosen. Bu Zulfa dikenal sebagai dosen yang perfeksionis dan tegas. Ada sebuah kejadian dimana ketika beliau tengah menjelaskan materi di kelas. Salah satu mahasiswa terlihat asyik memainkan handphone tanpa memperhatikan apa yang di sampaikan Bu Zulfa. Dengan tegas Bu Zulfa menegerus dan memperingati nya dengan keras, dan mengatakan untuk menaati peraturan dan kontrak belajar yang telah disepakati. Jika ...

Seminar Proposal dan Langgengnya Budaya Seremonial di Kalangan Mahasiswa

  Impian besar seorang mahasiswa tentu adalah kelulusan. Namun untuk sampai ke sana, mahasiswa harus mengikuti berbagai tahapan. Mulai dari seminar proposal (sempro), sidang, yudisiun, baru kemudian wisuda. Berbicara soal sempro, sekarang tengah tren perayaan sempro di kalangan mahasiswa.   Bisa mengikuti wisuda adalah kebahagiaan yang luar biasa. Sehingga, setiap tahapannya kerap di rayakan oleh mahasiswa. Misalnya saat memasuki tahap seminar proposal. Selepas menyelesaikan ujian tersebut maka aka ada semacam perayaan.   Perayaan yang kerap penulis lihat biasanya berbentuk kehadiran orang-orang terdekat yang membawa bunga, makanan, buket dan berbagai jenisnya. Tujuannya untuk menyampaikan bentuk kebahagian kepada teman seperjuangan. Kemudian setelah itu, melakukan sesi foto di depan gedung kampus atau di depan gedung perpustakaan, sambil membawa proposal yang berisi coretan dosen penguji dan menenteng hadiah.   Kendati demikian, nyatanya tanggapan mahasi...

Catatan Perjalanan ke Pantai Kebo(Pantai Viral) Kabupaten Trenggalek

Beberapa minggu lalu beranda instagram saya dipenuhi cuplikan video pendek yang menampilkan keindahan pantai yang menawan. Dalam video berdurasi 15 detik tersebut tampak hamparan rumput hijau yang cukup luas dan aliran sungai yang indah, bersinggungan langsung dengan bibir pantai yang bersih. Usut punya usut ternyata tempat tersebut berada di Kabupaten Trenggalek. Pantai Kebo begitu namanya dikenal, adalah sebuah pantai berpasir coklat yang dikelilingi bukit dan sungai yang bersih. Ombaknya yang besar menimbulkan suara gemuruh sampai terdengr hingga pintu masuk wisata. Pantai ini menampilkan pesona alam yang nyaman dan indah. Sebab disana kita disuguhkan oleh tepian sungai dan bukit-bukit yang menjulang tinggi sepanjang mata memandang.  Setelah tiga minggu lalu saya mengunjungi tempat tersebut. Saya menyimpulkan satu hal, bahwa nama Pantai Kebo diambil karena disekitar kawasan itu banyak digunakan sebagai tempat Kerbau berendam (Kubangan lumpur). Kerbau yang ada merupak...

Puisi : Hening

Hening Oleh : Suyatno Hilang... Diam ku mulai tak tenang Ku kumpulkan sepi saat mulai berbincang Meramunya dalam renung membasahi akal yang gersang Ku lahirkan kata lewat rahim aksara Ku nafkahi dengan kopi dan pena Padahal sedikit lagi ku tuai cerita Sebelum akhirnya hilang dihempas suara Dalam hening ku menjadi hina Terdengar suara gelak dan tawa Meluluhlantakkan rasi bintang di atas kepala Ku tekuk lutut di sudut kamar penuh duka