Langsung ke konten utama

Jiwa yang Munafik

 

Jiwa yang munafik


Terima kasih Tuhan hari ini ia kesetanan, nafsu membutakan mata hatinya

Mungki ini cara mu agar ia sadar, mendekati-Mu dan merengek rengek seperti anak kecil 

Ia meyakini engkau maha tahu lagi maha asik

Engkau memberikan gelap agar matanya mampu melihat cahaya


Ia berjanji dalam sholatnya, menangis dalam doanya, tapi gembira saat maksiatnya

Nafsu mengilhami pikirannya, dan nurani memerangi dalam bentuk penyesalan

Ia sujud di atas sajadah, merangkul nafsu dan menjadikan khilaf sebagai kendaraan untuk mendekati Tuhan-nya

Jiwanya munafik, berjanji dengan-Mu dengan tangis, lalu mengingkari-Nya dengan bengis


Tuhan! Ia lelah dengan semua ini

Kemunafikan menyelimuti jiwanya, berikanlah panas agar selimut itu lepas

Biarkanlah jiwanya merasakan udara kasih-Mu, menggigil bersama khilafnya

Itu sangat pantas diterima oleh jiwa yang bringas!

Komentar