Langsung ke konten utama

Postingan

Hidup "Bebas" Seperti Penulis

Mempunyai kehidupan yang bebas, nampaknya adalah mimpi sebagian orang. Istilah "bebas" memang kata yang bersifat kontekstual. Seseorang banyak membayangkan kata "bebas" saat disandingkan dengan kata "hidup" akan mengimplikasikan hal-hal yang cenderung negatif. Hidup bebas disini bukan berarti "bebas" yang sebebas-bebasnya. Melainkan "bebas" yang masih memperhatikan rambu-rambu normatif. Kata "bebas" dimaksudkan bukan sebagai wujud tindakan, tetapi bentuk pemikiran mencari ide, gagasan, atau, konsep. Seorang penulis yang tengah mencari inspirasi, bersikeras dengan berbagai upaya untuk menemukan ide yang akan dituangkan dalam tulisannya. Yang perlu kita soroti adalah proses berfikir ini haruslah "bebas" agar otak menjadi hidup, menjalankan fungsi akal. Dengan adanya kebebasan berfikir maka penulis bisa dengan leluasa berabstraksi meraba segala bentuk gagasan yang ia temui. Kebebasan berpikir seorang penulis perlu d...

Jiwa yang Munafik

  Jiwa yang munafik Terima kasih Tuhan hari ini ia kesetanan, nafsu membutakan mata hatinya Mungki ini cara mu agar ia sadar, mendekati-Mu dan merengek rengek seperti anak kecil  Ia meyakini engkau maha tahu lagi maha asik Engkau memberikan gelap agar matanya mampu melihat cahaya Ia berjanji dalam sholatnya, menangis dalam doanya, tapi gembira saat maksiatnya Nafsu mengilhami pikirannya, dan nurani memerangi dalam bentuk penyesalan Ia sujud di atas sajadah, merangkul nafsu dan menjadikan khilaf sebagai kendaraan untuk mendekati Tuhan-nya Jiwanya munafik, berjanji dengan-Mu dengan tangis, lalu mengingkari-Nya dengan bengis Tuhan! Ia lelah dengan semua ini Kemunafikan menyelimuti jiwanya, berikanlah panas agar selimut itu lepas Biarkanlah jiwanya merasakan udara kasih-Mu, menggigil bersama khilafnya Itu sangat pantas diterima oleh jiwa yang bringas!

Perempuan dan Perhiasan Terindah Dunia

Perempuan diciptakan oleh Allah SWT memiliki andil dalam dinamika kehidupan. Peran yang tidak bisa hilang dari seorang perempuan adalah sosok keibuan. Perempuan yang baik adalah yang bisa menjadi madrasatul ula bagi anak-anaknya. Artinya seorang ibu yang mendidik anaknya dengan cara yang baik, didukung dengan ketenangan, dan kesabaran. Akan menumbuhkan anak anak yang sholeh dan sholeha.  Perempuan tidak hanya dipandang sebatas fungsi biologis nya. Lebih jauh, akan melekat padanya cinta yang suci, kecantikan, kelembutan, dan keindahan yang menawan. Apabila seorang laki-laki hanya terpikat dengan wanita pada aspek wujud jasad semata, ia tidak akan mampu meningkatkan persepsinya kepada taraf yang lebih mulia.  Hubungan antara laki-laki dan perempuan adalah hubungan yang agung dan mulia. Seperti yang tertuang dalam firman Allah Q.S Ar-rum ayat 21 yang artinya; "Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untuk mu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cende...

Saat Kita Menjadi Mahasiswa Bimbingan Ibu Dr. Zulfatun Ni'mah, M.Hum

Senang sekali kita bertemu melalui tulisan ini. Menjadi seorang mahasiswa tidak akan lepas dengan tugas akhir atau skripsi. Saya adalah mahasiswa semester delapan yang sudah tentu tengah berkecimpung dalam proses pembuatan skripsi. Berbicara soal proses pembuatan skripsi tentu saya dan pembaca paham. Jika mengerjakan skripsi pasti memiliki dosen pembimbing.  Perkenalkan Ibu Dr. Zulfatun Ni'mah, M.Hum atau yang akrab dipanggil Bu Zulfa merupakan dosen pembimbing saya. Beliau adalah dosen mata kuliah sosiologi hukum, begitu lah saat saya pertama kali bertemu di kelas sebagai murid dan dosen. Bu Zulfa dikenal sebagai dosen yang perfeksionis dan tegas. Ada sebuah kejadian dimana ketika beliau tengah menjelaskan materi di kelas. Salah satu mahasiswa terlihat asyik memainkan handphone tanpa memperhatikan apa yang di sampaikan Bu Zulfa. Dengan tegas Bu Zulfa menegerus dan memperingati nya dengan keras, dan mengatakan untuk menaati peraturan dan kontrak belajar yang telah disepakati. Jika ...

Seminar Proposal dan Langgengnya Budaya Seremonial di Kalangan Mahasiswa

  Impian besar seorang mahasiswa tentu adalah kelulusan. Namun untuk sampai ke sana, mahasiswa harus mengikuti berbagai tahapan. Mulai dari seminar proposal (sempro), sidang, yudisiun, baru kemudian wisuda. Berbicara soal sempro, sekarang tengah tren perayaan sempro di kalangan mahasiswa.   Bisa mengikuti wisuda adalah kebahagiaan yang luar biasa. Sehingga, setiap tahapannya kerap di rayakan oleh mahasiswa. Misalnya saat memasuki tahap seminar proposal. Selepas menyelesaikan ujian tersebut maka aka ada semacam perayaan.   Perayaan yang kerap penulis lihat biasanya berbentuk kehadiran orang-orang terdekat yang membawa bunga, makanan, buket dan berbagai jenisnya. Tujuannya untuk menyampaikan bentuk kebahagian kepada teman seperjuangan. Kemudian setelah itu, melakukan sesi foto di depan gedung kampus atau di depan gedung perpustakaan, sambil membawa proposal yang berisi coretan dosen penguji dan menenteng hadiah.   Kendati demikian, nyatanya tanggapan mahasi...

Catatan Perjalanan ke Pantai Kebo(Pantai Viral) Kabupaten Trenggalek

Beberapa minggu lalu beranda instagram saya dipenuhi cuplikan video pendek yang menampilkan keindahan pantai yang menawan. Dalam video berdurasi 15 detik tersebut tampak hamparan rumput hijau yang cukup luas dan aliran sungai yang indah, bersinggungan langsung dengan bibir pantai yang bersih. Usut punya usut ternyata tempat tersebut berada di Kabupaten Trenggalek. Pantai Kebo begitu namanya dikenal, adalah sebuah pantai berpasir coklat yang dikelilingi bukit dan sungai yang bersih. Ombaknya yang besar menimbulkan suara gemuruh sampai terdengr hingga pintu masuk wisata. Pantai ini menampilkan pesona alam yang nyaman dan indah. Sebab disana kita disuguhkan oleh tepian sungai dan bukit-bukit yang menjulang tinggi sepanjang mata memandang.  Setelah tiga minggu lalu saya mengunjungi tempat tersebut. Saya menyimpulkan satu hal, bahwa nama Pantai Kebo diambil karena disekitar kawasan itu banyak digunakan sebagai tempat Kerbau berendam (Kubangan lumpur). Kerbau yang ada merupak...

Puisi : Hening

Hening Oleh : Suyatno Hilang... Diam ku mulai tak tenang Ku kumpulkan sepi saat mulai berbincang Meramunya dalam renung membasahi akal yang gersang Ku lahirkan kata lewat rahim aksara Ku nafkahi dengan kopi dan pena Padahal sedikit lagi ku tuai cerita Sebelum akhirnya hilang dihempas suara Dalam hening ku menjadi hina Terdengar suara gelak dan tawa Meluluhlantakkan rasi bintang di atas kepala Ku tekuk lutut di sudut kamar penuh duka