Langsung ke konten utama

Masyarakat Dusun Ngrancangan, Wonojoyo Menggelar Bersih Desa Sebagai Wujud Syukur dan Penghormatan kepada Leluhur

Wonojoyo, Jum'at 28 Juli 2023. Masyarakat bersama para sesepuh, dan tokoh agama Dusun Ngrancangan Desa Wonojoyo kompak menggelar tradisi bersih desa. Kegiatan tersebut merupakan bentuk terimakasih kepada para leluhur. 

Kegiatan bersih desa merupakan serangkaian doa dan sudah menjadi tradisi turun temurun setiap 10 Muharram. Dalam kegiatan itu masyarakat berbondong-bondong membawa berkat (nasi) untuk disedekahkan kepada mereka yang hadir dalam kegiatan bersih desa. Ada yang membawa satu kotak, tiga, bahkan lima kotak lalu dikumpulkan ditengah tempat yang telah disediakan. 

Tradisi bersih desa dilaksanakan di tempat pemakaman umum (TPU) Dusun Ngrancangan, dan dihadiri oleh seluruh elemen masyarakat mulai dari pemuda, anak kecil, orang dewasa, laki-laki,perempuan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan lain sebagainya. Kegiatan yang dilaksanakan pada pukul 06.30 WIB juga di hadiri oleh Bu Mila selaku Kepala Dusun Ngrancangan dan beberapa Ketua RT dan RW setempat. 

Ustad Ghofur selaku tokoh agama setempat mengatakan, 
"Semoga dengan diadakannya kegiatan bersih desa mugi mugi kito sedoyo diparingi sehat, panjang umur, rezeki katah, lan slamet dunia-akhirat"

Ustad Ghafur menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk menghormati perjuangan para leluhur Dusun Ngrancangan sekaligus untuk meminta kedamaian, ketenteraman, dan kesejahteraan bagi masyarakat Dusun Ngrancangan kepada Allah SWT. Selain itu, kegiatan bersih desa juga menjadi wadah untuk merawat tali silaturahmi antar warga. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Pacar dan Pasangan: Sebuah Dialegtika Dalam Percakapan Remaja

Pacar kamu orang mana ? Begitulah kalimat yang sering saya terima belakangan ini. Sederhana namun membuat saya termenung. Hal ini juga yang akhirnya membuat tulisan ini lahir. Saya melalui masa remaja sama seperti anak muda lainnya; diwarnai dengan cinta dan perempuan. Dua setengah tahun saya belajar mengenal cinta, yakni melalui pacaran. Saya merasakan kasmaran, cemburu, sakit hati, khawatir dan sebagainya. Waktu itu, semangat yang mendesak saya untuk menyatakan cinta adalah ingin merasakan secara langsung bagaimana mencintai seorang perempuan. Dua setengah tahun bukan waktu yang singkat. Saya sudah mencapai tujuan saya, yakni mengenal dan merasakan langsung cinta. Sedari awal saya tidak memliki niat lain, cukup ingin tahu dan belajar soal cinta dan perempuan. Singkat waktu dalam perjalanan hidup hingga saat ini. Saya berjumpa dengan banyak orang, mereka hebat dan inspiratif. Mulai dari akademi, agamis, hingga orang biasa. Mereka membagikan kisah cinta dengan pasangan, bag...

POTRET PRODUK UNGGULAN UMK DESA WONOJOYO KECAMATANGURAH - KEDIRI

Desa Wonojoyo Wonojoyo merupakan salah satu nama desa yang terletak di kecematan gurah kabupaten Kediri, desa Wonojoyo terdiri dari enam dusun diantaranya Dusun Ngrancangan, Krajan Lor, Krajan Kidul, Krajan Timur, Drangin, dan Kebonagung. Akses masuk desa Wonojoyo sangat mudah dan bisa dilalui oleh kendaraan roda dua ataupun roda empat. Jika teman teman pernah wira wiri ke simpang lima gumul atau Arc de Triompe nya Kediri kata generasi milenial, maka desa Wonojoyo berada di jalan arah Pare dari SGL (Simpang Lima Gumul). Letaknya yang cukup strategis karena dekat dengan icon kabupaten Kediri, membuat infrastruktur desa ini begitu maju. Jika kita berkunjung ke desa Wonojoyo, maka kita bisa melihat seluruh jalan desa sudah tertutup dengan aspal hitam. Masyarakatnya pun nampak banyak yang sudah sejahtera, berdasarkan pengamatan saya selama KKN mayoritas penduduk memiliki mobil dan rumah yang bisa dikatakan bagus. Ini mungkin karena sumber daya alam desa Wonojoyo yang melimpah d...

Saat Kita Berhenti Nongkrong

Kita sepakat bahwa nongkrong di kalangan anak muda menjadi semacam tradisi yang lazim. Nongkrong adalah istilah yang dipakai untuk mewakili kegiatan berkumpul anak remaja dalam berbagai aktivitas; minum kopi, bercengkrama, mabar game online, atau sekadar ngobrol santai dan sebagainya. Satu hal yang tak boleh ketinggalan dari semua itu adalah kopi. Kopi seolah menjadi “dopamin” di sebuah tongkrongan, memantik bahan pembicaraan dan ide. Bagi sebagian orang, tongkrongan tanpa kopi layaknya makan nasi goreng tanpa kerupuk, kurang lengkap. Namun, di balik serunya nongkrong ada konsekuensi yang sering luput disadari. Kebiasaan pulang larut malam sudah seperti paket lengkap dari tongkrongan. Apalagi kalau obrolannya tidak selalu penting, kadang hanya ngalor-ngidul tanpa arah yang jelas. Kalau sesekali mungkin tidak masalah, tapi bayangkan jika hampir setiap malam dilakukan. Tubuh jadi kurang istirahat, jam tidur berantakan, dan lama-lama bisa berdampak pada kesehatan, baik fisik m...