Langsung ke konten utama

Sebuah Refleksi : Pak Akin Sang Pemilik Rumah Makan Favorit

Pak Akin adalah orang biasa yang mempunyai cita-cita membangun sebuah rumah makan. Di daerah tempat tinggalnya banyak sekali orang-orang yang kekurangan makanan bergizi. Setiap hari orang orang di daerah Ujungmulya tersebut hanya makan dua kali sehari dengan lauk seadanya. Jika mereka ingin makan dengan lauk yang sedikit enak. Maka orang-orang tersebut harus mengeluarkan biaya yang sedikit lebih mahal. Sepintas jika dilihat memang tubuh mereka nampak sehat. Namun karena kurangnya kandungan nutrisi dari makanan yang mereka makan. Akhirnya berpengaruh dengan kemampuan otak mereka yang menurut ilmu psikologis hanya sampai rata-rata. Tapi perlu diketahui bahwa di daerah Ujungmulya sebenarnya banyak rumah makan yang berdiri. Namun rumah makan tersebut belum mampu memenuhi keinginan masyarakat untuk memberikan lauk pauk enak dan bergizi dengan harga terjangkau. 

Melihat hal tersebut hati Pak Akin tersentuh. Pak Akin berinisiatif membangun rumah makan yang menyediakan lauk pauk yang enak dengan harga terjangkau. Bukan hanya itu, Pak Akin juga berkeinginan agar rumah makan ini bisa dinikmati oleh semua orang dari dalam atau luar daerahnya. Bahkan ia juga berkeinginan supaya rumah makan ini bisa membantu anak-anak atau orang-orang yatim piatu, para tahfidz qur'an, orang yang kurang mampu ekonominya. Dengan menggratiskan atau membayar setengah makanan saat makan di warung miliknya. Memang betul di daerah tempat tinggal Pak Akin, Ujung mulya. Banyak sekali bibit SDM unggul, daerah itu memiliki masyarakat yang luar biasa. Pak Akin berharap dengan menggratiskan atau meberikan harga setengah untuk orang-orang yang memiliki kekurangan. Rumah makan miliknya dapat meningkatkan integritas masyarakat Ujungmulya. Dan diharapkan suatu saat nanti daerah Ujungmulya akan bermunculan orang-orang dengan kemampuan minimal rata-rata di atas. Dan bisa menjadi generasi berkualitas yang dapat berguna bagi nusa dan bangsa. 

Singkat cerita Pak Akin berhasil membangun rumah makan yang ia inginkan. Dalam perjalanannya membangun rumah makan tersebut. Pak Akin bertemu dengan seorang hamba Allah yang memiliki pemikiran sama dengan Pak Akin. Ia merupakan salah satu pemuka agama di Ujungmulya. Dan ia ingin menghibahkan bangunan rumahnya untuk dijadikan rumah makan. Kemudian dalam hal ini Pak Akin diamanahkan oleh hamba Allah tersebut untuk mewujudkan impian itu. Sehingga Pak Akin dengan mantap mengembangkan rumah makan tersebut sampai menjadi rumah makan favorit dan menjadi kebanggaan masyarakat Ujungmulya. Pak Akin juga memiliki banyak karyawan baik laki-laki maupun perempuan untuk membantu menjalankan rumah makan tersebut. Rumah makan dengan kursi yang bagus, ruangan yang bersih, tempat yang nyaman, fasilitas yang lumayan lengkap dan lauk yang enak serta bergizi tapi harganya terjangkau. Jarang-jarang tempat semacam ini ada khususnya di daerah Ujungmulya. Bertahun-tahun rumah makan itu berjalan dan meraih berbagai kategori penghargaan. Baik dari segi pelayanan, fasilitas, makanan dan lain sebagainya. Banyak orang-orang termasuk masyarakat Ujungmulya terbantu dengan keberadaan rumah makan Pak Akin. Ekonomi masyarakat dan SDM sudah mulai tumbuh sedikit demi sedikit. Sampai menghantarkan nama rumah makan Pak Akin menjadi tersohor. 

Namun pada suatu hari kemewahan rumah makan Pak Akin ternodai. Ketika pelanggan rumah makan Pak Akin tengah menikmati hidangan yang lezat. Tiba-tiba datang sekelompok orang yang tidak diketahui pasti siapa dan dari mana asalnya. Menghampiri Pak Akin dan berbicara denganya. Kemudian kelompok itu mengambil alih rumah makan untuk dijadikan tempat musyawarah. Menggunakan rumah makan itu kepentingan kelompoknya sendiri. Konon katanya akan ada musyawarah kata seorang pelanggan Pak Akin. Sehingga pelanggan yang sedang makan dan sedang memesan makanan di arahkan oleh Pak Akin untuk meninggalkan tempat dan diperintahkan untuk makan di rumah saja. Rumah makan itu akan disewa selama seminggu untuk kegiatan tersebut. Entah pertimbangan seperti apa yang diambil Pak Akin sehingga mengusir pelanggannya dan membiarkan rumah makan itu beralih fungsi menjadi tempat perundingan. Karena yang memerintah adalah Pak Akin langsung selaku pemilik rumah makan. Mau tidak mau para pelanggan harus menuruti instruksi tersebut. 

Pelanggan banyak yang kecewa dan merasa haknya tidak terpenuhi karena tindakan Pak Akin. Banyak dari mereka yang mengeluh sudah membayar makan tapi tidak bisa menikmatinya secara langsung. Yah sebab rumah makan ini mulai besok akan melayani semua pelanggan secara online. Makanan akan tetap dikirimkan ke rumah pelanggan masing-masing. Selama acara musyawarah itu berlangsung rumah makan akan tetap bukan, namun pelayanannya online. Tapi apa yang bisa diharapkan dari makanan yang sudah dingin. Pelanggan yang rela jauh-jauh datang ke Ujungmulya hanya untuk bisa memperoleh makanan yang lezat dengan harga terjangkau kecewa dengan kejadian itu. Mereka (masyarakat Ujungmulya) semuanya menilai bahwa Pak Akin terlalu terburu-buru mengambil keputusan. Sehingga Pak Akin terlihat bijaksana tapi tidak bijaksini. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bandung dan Cerita yang Tak Pernah Selesai

Bulan Juni 2025 menjadi bulan yang tak akan saya lupakan. Karena untuk kali pertama saya tumbuh dalam lingkungan profesional dan suportif. Saya merasa beruntung bisa menjadi bagian dari sebuah Diklat (Pendidikan dan Pelatihan) yang diselenggarakan oleh salah satu bank daerah. Diselenggarakan secara hybrid; dua hari daring dan enam hari luring di Kota Bandung. Pelatihan ini mempertemukan ilmu, pertemuan, cerita, dan candu. Yah, itulah gambaran yang menurut saya tepat, bukan lebay dan sebagainya. Entah sugesti atau tidak, hari-hari selama diklat seolah mengalir cepat. Pada hari pertama, kami adalah orang asing, hanya mengal nama lewat ruang virtual, belum pernah bertemu sama sekali, sedikit canggung. Tapi itulah awal cerita indah dimulai, seiring berjalannya waktu, segala kecanggungan itu memudar. Ungkapan "tak kenal maka tak sayang" bukan sekadar template saat ingin perkenalan. Hal ini saya rasakan, dalam waktu singkat, kami belajar untuk saling memahami, tertawa b...

ARAH BARU PRODUSEN TAPE WONOJOYO DAN KENDALA DI DALAMNYA

Produsen Tape Wonojoyo Hampir setiap hari semenjak proker (program kerja) anjangsana UMKM berjalan, saya dan teman teman posko KKN Desa Wonojoyo kenyang dengan suguhan tape singkong. Setiap kali anjangsa ke produsen tape, tidak sedikit dari mereka memberikan produk tapenya kepada kami, “ini untuk jajan teman teman di posko”, ujarnya. Ada keunikan yang saya temukan setelah mencicipi beberapa tape singkong dari berbagai produsen, diantaranya dari segi tekstur dan rasa tape. Setiap olahan tape dari setiap pelaku usaha pasti memiliki ciri khas yang berbeda-beda, ada tape yang memiliki tekstur empuk, pulen, sedikit lembek, dan tidak terlalu berair serta rasanya yang dominan manis dan sedikit hangat ditenggorokan saat dimakan. Disisi lain saya melihat dari segi kemasan produsen tape desa Wonojoyo terbagi menjadi dua kelomppok, yaitu menggunakan besek atau dibungkus plastik. Seperti yang kita ketahui besek merupakan .tempat atau wadah makanan yang berbentuk kotak dan terbuat dari ...

Antara Pacar dan Pasangan: Sebuah Dialegtika Dalam Percakapan Remaja

Pacar kamu orang mana ? Begitulah kalimat yang sering saya terima belakangan ini. Sederhana namun membuat saya termenung. Hal ini juga yang akhirnya membuat tulisan ini lahir. Saya melalui masa remaja sama seperti anak muda lainnya; diwarnai dengan cinta dan perempuan. Dua setengah tahun saya belajar mengenal cinta, yakni melalui pacaran. Saya merasakan kasmaran, cemburu, sakit hati, khawatir dan sebagainya. Waktu itu, semangat yang mendesak saya untuk menyatakan cinta adalah ingin merasakan secara langsung bagaimana mencintai seorang perempuan. Dua setengah tahun bukan waktu yang singkat. Saya sudah mencapai tujuan saya, yakni mengenal dan merasakan langsung cinta. Sedari awal saya tidak memliki niat lain, cukup ingin tahu dan belajar soal cinta dan perempuan. Singkat waktu dalam perjalanan hidup hingga saat ini. Saya berjumpa dengan banyak orang, mereka hebat dan inspiratif. Mulai dari akademi, agamis, hingga orang biasa. Mereka membagikan kisah cinta dengan pasangan, bag...